Saya beri anda 1 miliar!

Weits…

Satu milliar bukanlah jumlah yang sedikit. Pasti capek benget ngitung uang sebanyak itu. Tapi, untung aja ada kita ada di zaman yang serba otomatis. Tinggal cetek…kehitung dah sama komputer.

1 milliar bisa membuat anda menjadi seorang yang kaya raya. Segala keinginan bisa tercapai. Kawin ? Naik Haji? Semua bisa! Bahkan kalau anda bisa mengatur strateginya sedemikian rupa, jadilah uang itu berkali-kali lipat jumlahnya !!!!

Jika anda disodorkan uang 1 milliar, saya yakin anda tidak akan pernah menolak!

Sekarang, 1 milliar ada ditangan anda dalam 1 detik…

Tapi, bukan 1 milliar sesungguhnya. Berkhayal sedikit nggak apa-apa!

Anggap dalam rekening atau digenggaman anda ada uang 1 milliar. Tidak perlu susah-susah memikirkan mungkin atau tidak, sekarang yang penting masuki dunia khayalan anda.

Nach…! Apa yang ada dalam benak anda ? Menghabiskan uang itu dalam sekejap ? Atau modal usaha ? Atau party se-party partynya.

Jujur, jika anda menanyakan hal itu maka saya akan jawab:

  1. Operasi penyakit kista mama!
  2. Beli komputer baru atau laptop teranyar
  3. Beli rumah. (bosen numpang di rumah ortu. Pengen cepet punya rumah sendiri)
  4. Shopping sama keluarga dan teman
  5. Jalan-jalan keluar negri
  6. Beli tanah, truz ditanami sawit atau karet (buat masa depan)
  7. Nyumbang buat temen2 yang kurang mampu
  8. Bikin panti asuhan atau sekolah
  9. Beli mobil, walaupun nggak bisa nyetir
  10. Bikin labor sendiri…

Bagaimana dengan anda ? Pasti sangat jauh berbeda dan bermacam-macam. Sekarang coba anda daftar satu persatu keinginan anda itu hingga sepuluh. Kemudian golongkan yang mana untuk pribadi dan masyarakat. Berapa item yang termasuk golongan kepentingan pribadi ? 7, 8, 9 ? Saya yakin pasti lebih dari 5.

Normalkah ??? Menurut saya hal itu normal dan syah-syah saja mengingat manusia itu makhluk yang di kuasai ego, kecuali yang memiliki hati nurani yang bersih. Tapi manusia yang hati nuraninya masih bersih di zaman sekarang, sama dengan mencari jarum di dalam jerami. Saya sendiri ada 8 item yang menurut saya egois. Berarti 80% pikiran saya hanya tertuang untuk membahagiakan diri sendiri. Ck..ck…ck….

Tanpa kita sadari, keegoisan kitalah membawa dampak buruk bagi kita sendiri. Niat ingin bahagia, malah celaka. Misalnya, membeli mobil baru. Saya berpikir pasti akan asik jalan-jalan mengendarai mobil sendiri. Egoisnya, saya tidak memikirkan apa dampaknya pada lingkungan. Yang pasti kendaraan bertambah padat yang berarti semakin macet, belum lagi global warming, gara-gara global warming banjir, atau listrik mati dan masih banyak akibat lainnya.

Kita terbiasa dan tidak pernah bisa menghindar dari sifat dasar manusia yang satu ini. Bahkan kalau sudah lost control kita akan menghalalkan segala cara untuk meraih apa yang kita inginkan. Apalagi kalau menyangkut lembaran warna-warni di dompet alias doku alias money alias duit alias piti!!! WOW…bahkan pertumpahan darah dan perang saudarapun terjadi…

Semuanya menjadi kacau. Negarapun kacau karena keegoisan pejabatnya yang tak pandang bulu untuk mencukur upeti. Seaakan mencuri itu dihalalkan, secara terbuka negosiasi dengan penjaga peti dan klop…! Tinggal tutup amplop dan tersenyum sebelum pulang. Dan kita rakyatnya, telanjang dari keadilan!

Salahkah ? Entahlah. Tidak pernah ada yang bisa menjawab. Secara alamiah manusia dipenuhi keinginan untuk bahagia, namun apakah perlu mengorbankan kebahagiaan orang lain yang anda belum tahu pasti ia bahagia. Atau meminum darah dan daging saudara sendiri ?

Saya pernah mendengar cerita dari ayah saya yang seorang pengacara salah seorang pelaku korupsi. Ayah bilang “Dia bilang dia korupsi cuma sedikit. Cuma 1 MILLIAR! “. Bayangkan, 1 milliar terhitung sedikit untuk korupsi ? Bagaimana banyak-nya ? Kalau seandainya setiap pejabat korupsi 1 milliar, berapa kerugian negara ??!

Korupsi sudah menjadi budaya. Dulu yang main tangan di bawah meja, kini berani diatas meja bahkan ditengah pasar!!! Ckckck….seberapa parahkah ?

Meskipun saya masih tergolong anak ingusan dibawah umur. Tapi saya sebagai warga negara merasa sangat bangga terhadap negara kita yang terkenal dengan SDA berlimpah, tapi jujur saya malu mengakui diri sebagai warga negara Indonesia. Karena negara kita pemecah rekor ter-KORUP.

Saudaraku, begitu banyak jalan yang kita tempuh untuk membasmi penyakit menular ini. Tetapi, percuma jika telur-telurnya tidak dibunuh. Apakah kita harus menghilangkan ego ?? Menurut saya itu sangat tidak mungkin.

Namun ada satu jalan, merasalah bahwa saya adalah anda, anda adalah saya, kita adalah satu.

Maksudnya, kalau kita warga negara Indonesia merasa satu asa, satu jiwa , dan satu raga pasti semua itu bisa hilang. Bila Sabang terluka, meraukepun merasa perih dan saling mengobati.

Saudaraku, janganlah lekang semangat sumpah pemudah di dada kita masing-masing. Jaga dan rawat layaknya telur emas. Niscaya, ia akan memberimu berkah yang luar biasa!!!!

Percayalah sahabatku, kalau kita merasa satu jiwa maka tidak akan ada perang saudara. Karena jika terjadi, sama dengan melukai tubuh sendiri atau bunuh diri.

Untuk anda yang telah terlanjur korupsi. Cepat obati lukamu sendiri. Jangan biarkan dia bernanah, membusuk dan kemudian infeksi. Jangan sampai amputasi hidup menjadi jalan akhir. Tak terasakah perihnya olehmu ??? Kami akan membantumu membersihkannya jika diizinkan.

Kembalikan BHINEKA TUNGGAL IKA-ku, mu, nya. BHINEKA TUNGGAL IKA kita semua…

Abadi untuk selamanya….

Biarkanlah ombak mengamuk, lepaskan ikatanmu pada tiang nafsu. Selamatkan kapal negara kita, segera perbaiki haluan karena pelabuhan masih dibalik cakrawala…

Unity in Diversity!!!!!

Bagaimana dengan anda ??

Seberapa egoiskah anda???

Adakah cara lain untuk memperbaiki keegoisan yang lost control ?

Silahkan serbu saya…

Advertisements

6 thoughts on “Saya beri anda 1 miliar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s