BBM naik lagi ???! (Puisi Dari Lubuk Hati)

Raja-Raja Bermuka Belang
Senja dipenghujung sakit ku
Kakiku nan mulai menghitam tak beralaskan bahagia
Lalu kau datang dengan sepatu kulitmu, sungguh menyilaukan
Cahaya mentari membakar tubuh ku
Aku telanjang dari keceriaan
Lalu dengan gagahnya kau sandang jas berkancing berlian dipundakmu
Masih kuingat dipagi itu
Saat kau pasang topeng manismu yang entah dari mana asalnya
Mungkin dari para punggawa nafsu
Atau antek-antek kebanggaan setan
Lalu kau berjalan [...]

Al-Fitna Al-Kubra…

“Apakah kau pungkiri kekuasaan Allah ?”

 AL-FITNAH AL-KUBRA
Astaughfirullah! Ya, Allah berikanlah pintu taubat mu kepada kami ya Allah.
Beberapa menit yang lalau saya mengunduh dan melihat dengan mata kepala saya sendiri film versi antek-antek iblis di Belanda. Jujur, sebagai seorang Moslem saya sangat sakit hati dan tertusuk sekali. Al-qur’an adalah pedoman hidup kita, namun dengan [...]

Anda mual ?? Hilangkan dengan ini

>>Tingkat mual terdeteksi<< 
Hmm…..hari ini aku seneng banget loch! Mau tahu kenapa ? Karena hari ini aku meraih gelar baru yang cukup membuat seorang manusia seperti aku ini tersanjung. Memamang sich gelar ini aku yang ciptain, but semua warga kampung Cemerlang A bersuka ria menyambutnya seperti kedatangan seorang Hokage baru.
>>Tingkat mual 1<<
Gelar itu adalah “Sesepuh para Penyihir”. Pasti [...]

Teruntuk Pemerintah Dari Rakyat yang Terlupakan

Posting-an kali ini serius banget lo!!! Inilah sisi romantis, sok puitis, and kritis ala blog ini. Silahkan>>>>>>>>> 

 
Puisi  ini adalah wujud kekecewaan terhadap kehidupan rakyat-rakyat kecil yang tinggal di tepi sungai Siak (Pekanbaru) 
Senandung Negri Payung Sekaki
By Cakil Biru (Fantastic Dreams 5) 
Negri Payung Sekaki
Elok  Si Tambatan hati
Makmur, masyur di seluruh negri 

Tapi di pinggir sungai siak
Tepian yang tak [...]

Wahai Wujud Ku

Darah merahku
Diamlah engkau ditubuh rapuhku
Membela disaat ku layu
Menerjang ombak dihadapku
 
Tangan pudarku
Jangan pernah kau genggam yang hitam
Mengayunlah disetiap langkahku
Tak kuizinkan kau sembunyi dibalik salahmu
 
Dua kaki ku
Melangkahlah kau kerumah tuhan
Pijakkan dirimu setibanya
Bertekuklah engkau dihadap-Nya
 
Mataku yang bisu
Pandangi perkataannya
Ucapan yang sangat mulia
Tiada sanggup terkalahkan pujangga
——————————————————————————————Thanks To : Kak Rio Armansyah for this poetry