Laporan Perjalanan Dari Danau Toba, Sumatra Utara


Danau Toba tidak hanya menyimpan sejuta budaya dan keindahan alamnya menjadi pelipur kepenatan, hikmah dan sejarahnya menjadi penuntun kehidupan, dan semua menjadi berkah bagi siapa saja yang ada disana. Konon, dari daerah inilah (samosir) orang-orang batak turun kemudian berkembang dan semakin berkembang.
Saya kagum dengan kegigihan dan prinsip orang-orang batak. Dengan prinsip bahwa generasi penerusnya harus lebih berhasil dari mereka terpatri dalam semangat mereka. Apapun mereka tempuh untuk memperbaiki hidup. Tak heran kalau kota Medan berkembang dengan pesat dan kabarnya akan menjadi metropolitan. Ck…ck…ck…
Dibalik kemegahan dan keindahan danau toba banyak terukir kisah perjuangan bertarung dengan kerasnya kehidupan. Kesengsaraan memang berkonotasi dengan ketidak adilan. Mereka melawan segala rasa merana dan dengan senyuman menghibur setiap turis yang datang.
Salah satunya adalah para pengamen2 cilik dari kampung tomok. Meski bermodalkan tepukkan tangan dan plastik bekas kantung makanan ringan, lengkingan suara mereka meledakkan tawa setiap pengunjung. Mereka tak malu-malu jika diminta ngebor ala Inul, atau goyang patah2 ala annisa bahar.
Kualitas suara merekapun bukan asongan, tapi menurut saya suah bisa disejajarkan dengan para idola cilik. Ditengah-tengah tenangnya air danau toba, suara mereka mengembara ke hati-hati setiap pengunjung untuk memberikan imbalan yang agak lebih banyak dari biasanya.
Setelah melihat uang recehan terkumpul, senyum mereka semakin melebar. Entah apa artinya, padahal uang receh itu paling banyaknya 20 ribu.
Saya sangat kagum pada keberanian mereka, mereka tepis rasa malu dan gengsi. Padahal mungkin mereka hanya 2-3 tahun dibawah saya. Bernyanyi dihadapan orang ramai dan belum pernah mereka jumpai sebelumnya bukan hal yang mudah. Jujur kalau saya sendiri, mungkin langsung rehidrasi, kejang-kejang, serangan jantung, dan kaku (lebay….
)
Yach pokoknya two thumbs up buat mereka!!!! 20 ribu memang g pantas menghargai keberanian kalian….
Seharusnya kita belajar dari perjuangan mereka. Jangan malu2 untuk berjuang. Banyak dari kita yang ingin kesuksesan instan, padahal itu tidak akan mungkin terjadi. Kesuksesan yang hakiki itu berasal dari perjuangan. Segigih apa kita berjuang, maka setinggi itulah kesuksesan yang diraih.
Hari yang indah berawal dari pagi yang damai…

Filed under: Renungan






















Saya telah membaca karya kamu. semua bagus. Tampaknya kita memiliki aliran dan semangat tulis yang mirip. Oleh karena itu saya ingin agar kita saling berkunjung blog.
Kami akan menyajikan mater-materi kami untuk menyambut anda. kami mengundang anda. Di blog saya selain ada refelksi, juga terdapat banyak hal di sana. Mari kita saling memperkaya pengetahuan dan pengalaman.
Selamat datang. Kami menunggu anda.
Keindahan adalah Keburukan
Oh.. danau tobaa… kapan ku akan kesana untuk melirik mu.. oooooohhh… (walah?!)
Nice post… “Salam Dangdut..”
oohh betapa dunia ini luas, jelajahilah olehmu utara antartika, buasnya semenanjung afrika, tingginya everest, biarkan kita betemu, di bibir dunia
wah ,
jd pengen ke medan lagi neh .
disaintra, i mz u all!
cantik nian…. kapan sempat mampir ke sana ya…
Wuih keren ya. Kapan ya bisa kesana? *sambil pegang kepala*
Horas…horas…..lama ga muncul eh ternyata jalan-jalan ke danau toba ya ?
perjuangan anak-anak ini patut di berikan apresiasi. dan si empunya blog telah memberikan apresiasi yang bagus untuk perjuangan mereka mengarungi kerasnya hidup, lewat postingan ini. salut!!
“nice post, sobat”
terima kasih atas kunjungannya.
oh , , ,
tob bah !
Mantap..