Antara Ego, Kodrat dan Keharusan

Kenapa selalu begini ? Perempuan selalu saja berada di bawah ketiak laki2. Ketidak adilan yg sudah membudaya dari zaman leluhur bahwa lelakilah penguasa dunia ini. Memang jika ditilik dari sisi tenaga laki2 memang lebih kuat dari wanita. Tetapi dalam hal pemikiran, jelas bahwa perempuan lebih hati2 dari pada laki2. Tapi kenyataan justru pekerjaan yg memakan tenaga diserahkan pada perempuan, sementara laki2 lebih banyak berdiam saja. Contoh kecil dirumah, saya adalah seorang anak permpuan pertama dg 3 orang adik dibawah saya. Ironisnya dari 4 bersaudara hanya ada 1 orang anak laki2 yg umurnya hanya berpaut 2 th dari saya. Adik laki2 saya hidup bak raja dirumah. Pakaian dicucikan, makan diambilkan, semua serba dilayani. Bahkan ketika dia sudah biasa mengendarai sepeda motor, sepeda motor saya yg traaaamat sangat saya cintai harus dihibahkan padanya. Padahal sepeda motor itu adalah hadiah ketika saya berhasil menjadi juara. Masa hadiah harus ditarik lagi ?
Itu masalah pertama. Itu masih bisa saya tolerir, lagi pula sekarang saya sedang berusaha seminimal mungkin menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak bumi (care glowar gitu). Apalagi tidak memungkinkan untuk membeli yg baru mengingat dan menimbang keadaan ekonomi keluarga saat ini, maklum ayah dan ibu adalah wiraswasta yg pendapatannya layaknya ombak di tepi pantai. Namun karena merasa dianak emaskan dirumah. Adik lelaki saya menjadi arogan, tidak menghargai saya sebagai kakaknya dan begitu angkuh dengan kelelakiannya. Entah setan mana yg merasukinya sehingga dia terbentuk menjadi pribadi seperti itu. Padahal saya selalu menuntunnya menapaki tangga remaja yg begitu licin dan terjal, saya tidak ingin dia salah langkah dan tergelincir seperti saya. Adik saya harus bisa lebih!!! Itulah tekad saya, sangking sayangnya saya padanya. Saya berusaha membujuknya agar mau masuk SMP yg sama dg saya dengan tujuan agar saya bisa mengawasi pergaulannya.
Hari demi hari dia semakin menjadi2. Dulu dia begitu baik, dan cepat jika dimintai tolong dan tidak pernah pelit. Sekarang 180 derajat. Ironisnya dia malah membentak dan memerintah saya seolah budaknya. Saya paling pantang diperlakukan seperti itu. Tidak siapapun bisa memerintah saya, kecuali orangtua saya. Pernah sekali saya minta tolong belikan sabun cuci, tetapi dia menolak tanpa alas an dg cara yg tidak mengenakkan. Padahal pakaian yg sedang saya cuci itu termasuk pakaiannya sendiri. Lalu saya mengancam tidak akan mencucikan pakaiannya itu. Tapi dia malah santai2 saja dan tidak mendengarkan kotek2an saya. Karena tidak tega, saya tetap mencucikan pakaiannya. Hiks…hikss….!
Kemudian ketidak adilan yg teramat sangat terjadi hari ini. Hari minggu adalah hari kerja, apalagi sekarang mama sedang sakit (operasi 4 hari yg lalu). Tetapi ak agak terlambat bangun karena setelah shalat shubuh, saya harus mengcontinue mimpi saya yg tertunda. Ketika saya bangun, walhasil semua dikerjakan pontang panting karena jam 10 saya ada janji. Herannya, tidak ada satu orangpun dirumah yg tersentuh hatinya untuk membantu saya. Semua dikerjakan sendiri, cuci, beli sarapan, bersihkan bak, bersihkan WC deelel, untungnya nenek sudah membersihkan kamar jadi saya agak bisa santai saat menyapu rumah yg sengaja saya lamakan di ruang TV (masih suka ama yg namanya anime alias kartoon). Padahal semuanya saya yg kerjakan tapi saya masih juga dapat teriakan hangat dipagi hari karena lupa membersihkan dapur. Lalu siang hari g kebagian makan siang (salah sendiri kenapa lambat makan). Hiks…hikss… Sebenarnya saya fine2 saja dan ikhlas menjalani semua itu. Tapi yg tidak mengenakkan, ketika saya sedang asik2 OL (satu2nya cara melepas kepenatan) adik laki2 saya teriak2 menyuruh mengangkat pakaian. Ih…..!!! Lantas saya banting mouse dan balas teriak. Terjadilah perang gelombang suara dg frekwensi tinggi, nyaris ultrasonic (lebay….). Lalu memang dasar anak kecil, dia ngadu sama papa dan bilang saya macem2. Saya pemalaslah, ginilah gitulah, bahkan bilang cabut aja koneksi internetnya. Eits….ketika diakatakan kalimat yg ini radar telinga saya begitu peka dan segera menyampaikan sinyal ke seluruh otak bahwa war mode on. Saya langsung kehadapannya, dan menyampaikan segala keluh kesah dan ketertekanan saya selama ini. Tak terduga, meriam air mata saya luncurkan. Maka semakin lengkaplah keluh kesah itu.
Saya kira semua akan tergugah hatinya lalu memeluk saya dan bilang I love U (idih…emangnya sinetron!!). Tapi ternyata, semua malah memperolok saya dan tertawa (emangnya apa yg lucu ??). Mama juga ikut2n dalam perolok2n itu. Ketika saya bilang kalimat “tolong hargai kakak sebagai kakak. Jangan pernah perintah2. Bisa nggak pake kata tolong ??” dia malah menjawab “saya hargai kok. Memang berapa harganya??”(dengan nada merendahkan dan agak tinggi. Kira2 C oktaf 5lah) Wataooooooo!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Rasanya pengen saya kepret mulutnya itu. Memang dia kira saya ini siapa ? Lalu seenaknya saja dia bilang saya pemalas. Lantas apa saja yg dilakukannya hari ini ?? Setahu saya tadi pagi dia Cuma nonton TV, lalu sarapan dan tancap entah kemana dan pulang setelah makan siang. Apa itu namanya ???? Ketika saya minta pembelaan dari mama, dengan enteng menjawab “itu memang tugas perempuan, dia kan laki2. Laki2 memang bukan dirumah.”
Arrggghhhhhhh!!!! Ideologi kolot yg tak berlandasan. Semua semakin memuncak, bahkan kali ini saya secara tidak sengaja melemparkan bom atom ke mama. Ya, Allah! Saya telah melawan mama dengan meninggikan suara.
Mama menghujat saya sebagai anak tidak berguna.

“gimana kalo mama bilang mama capek melahirkan kamu, menyusui kamu, mencuci duburmu, menghisap cairan hidung dan telingamu, mencarikan kamu makan, menyekolahkan kamu, mencuci pakaianmu, mengajarimu, mendidikmu, dan melindungimu ??? Pernah mama bilang satu patah kata bahwa mama penat ? Kenapa hari ini kamu menjadi begitu melawan ? Sebanyak dan selelah apakah tugas sekolah menjeratmu hingga matamu tak terpejam ? Kenapa tidak berhenti saja sekolah, toh itu akan meringankan matamu untuk tidur bukan ? Sekarang mama sakit. Lihat (membuka baju) ini! Perut mama terbelah, usus mama terjurai. Lalu kamu tidak peduli ? Kamu minta agar dihargai, kenapa kamu tidak bisa menghargai orang tua ? Masih beruntung kamu sudah mama fasilitasi. Lihat mereka! Buka mata bahwa berjuta2 anak yg lahir tanpa pernah melihat ibunya. Kelaparan, tak sekolah dan terbelakang ? Apa karena computer ini ? Seberapa hebat dia? Bisakah memberikan mu air susu ? Mama yg memberikan ini untukmu, tapi bukan untuk menjadi seorang anak yg pelawan. Masih beruntung kamu tidak mama sumpahi!! Kalau tidak kamu sudah mati…”
teriak mama ketika aku mereda.

Ya, allah! Apa yg telah aku lakukan ? Mama telah menyumpahi aku dengan kata2 mati dan anak tidak berguna. Benarkah itu ?? Setelah itu aku terperanjat dan terbelenggu dalam pikiran yg sedemikian kalut. Tak bisa konsentrasi, bahkan otakku buntu. Serasa seluruh neurit dan denritku terputus. Ketakutan dan rasa bersalah teramat sangat..
Astaughfirullah…astaughfirullah. Maaf ma!! Saya nggak ada maksud buat melawan mama. Cuma cindy capek dengan semua tugas sekolah yg tak kenal waktu, cindy muak dengan pandangan bahwa laki2 tidak bekerja. Sebenarnya cindy punya maksud baik, cindy takut kalau nanti dia terjerumus dalam kemalasan. Walaupun dia laki2, tapi bukan berarti dia diistimewakan. Sekarang zaman berubah, ma!
Maaf ma!!! Cindy sudah keterlaluan hari ini. Maaf…maaf….! Ingin rasanya cindy sekarang bersujud di kaki mama. Tapi sekarang cindy masih terpenjara ego. Terlalu berat melangkahkan kaki untuk itu.

Ah, sekarang sudah magrib. Cindy akan kadukan hati ini kepada Allah, minta petunjuk dan memenangkan jiwa. Namun satu pelajaran hari ini

“terkadang speak up tidak menyelesaikan masalah. Justru semrawutkan semuanya. Diam…tenang dan berpikir dari segala sudut. Ingat sebab akibat lalu bertindak dengan hati-hati. Dan cobalah merendahkan egomu…”

37 Responses

  1. mrinding baca tulisan ini karena aku juga pernah hampir jadi anak durhaka menyalahkan ibu
    sampai ibu bilang tidak punya anak aku tidak apa-apa
    bahkan 2 kali terulang
    maaf ibu
    byme

  2. @byme
    Memang ibu adalah segalanya di dunia ini. Apa jadinya kita tanpa kasih sayangnya!!!

  3. HADIST!!!

    sahabat : “siapa yg haru kita hormati ya Rosulullah?”

    Rosulullah : “IBUmu”

    Sahabat : “siapa lagi selain ibu ya rosulullah?”

    Rosulullah : “IBUmu”

    sahabat : “Siapa lagi ya rosulullah”

    Rosulullah : “IBUmu”

    sahabat : “Setelah ibu siapa lagi ya rosullullah?”

    Rosulullah : “AYAHmu”

    nah begitu mulia nya seorang ibu dan bahkan Syurga pun di telapak kaki ibu….

    tapi ibu yang bagaimana yg mempunyai syurga di telapak kakinya????

  4. @andryzone
    Memang ada kriterianya ?? Tolong kasih tawuuu

  5. apakah syurga itu ada pada seorang ibu yg ga pernah tau syurga itu dmn???????coba deh pikirin????

  6. @andryzone
    :mrgreen:
    :lol: bener juga ya!!!!!
    Mudah2n dek besok bisa jadi seorang ibu yang tau dimana ltak surga itu. Supaya bisa menunjukkannya sama anak dek…

    *bletak!!! Masih jauhh neng! Belajar dulu. Belajar..belajar*

  7. hahaha…ya…amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinnnnn….

    semoga ya…dan dapetin suami yg tau syurga juga…

    wakaakakkakakaka

  8. Ane ingat salah satu sabda Nabi SAW berkaitan dengan bagaimana seharusnya orang tua memlakukan anak-anaknya. kata beliau, “Saawuu baina aulaadikum fil ‘athiyyah”. Artinya kurang lebih, “bersikap seimbanglah kalian kepada anak-anak kalian dalam hal pemberian”.

    yang dimaksud dengan pemberian pada hadist di atas bukan hanya dalam hal materi, melainkan juga yang lainnya seperti cara memperlakukan, menyayangi, bersikap dan lain sebagainya. karena pada dasarnya, apa yang dilakukan orang tua kepada anaknya adalah “sebuah pemberian”.

    hadist ini menjadi sebuah isyarat kuat bagi kita, sekaligus menjadi peringatan agar tidak sekali-kali para orang tua bersikap tidak seimbang atau berat sebelah dalam memperlakukan anak-anaknya mengingat pada dasarnya hampir setiap orang tua memiliki kecenderungan untuk “lebih menyayangi” salah seorang anaknya (jika anaknya lebih dari satu).

    Biasanya lecenderungan untuk “lebih menyayangi” (ingat: frasanya superlative lho..) karena faktor jenis kelamin, kelebihan pada anak tertentu dan urutan lahir (sulung atau bungsu). Perbedaannya terletak pada cara mengekspresikannya saja. Ada sebagian orang tua yang secara vulgar memperlihatkan jika ia lebih menyayangi anak laki-lakinya ketimbang anak perempuannya. Ada juga orang tua yang senang memuji-muji salah seorang anaknya di depan anaknya yang lain, yang nyaris tidak pernah dipuji-puji. Sikap-sikap tersebut ada yang disadari oleh orang tua, ada juga yang tidak. namun akibatnya sama saja; akan selalu ada anak yang merasa disisihkan, tidak diperhatikan dan diperlakukan secara tidak adil oleh kedua orangtuanya.

    Ane kira, sepertinya kedua orang tua Cindy masih tidak sadar -dan itu artinya tidak disengaja :) – jika cara mereka memperlakukan adik laki-laki Cindy, langsung maupun tidak langsung sudah “melukai” hati anaknya.

    Ane yakin, seiring berjalannya waktu, akan tumbuh satu keyakinan kuat dalam diri Cindy, bahwasanya seperti apapaun ibu dan ayah, mereka tetap menyayangi Cindy seperti halnya mereka mencintai anak-anaknya yang lain. Ane juga yakin dan berdoa, bahwa akan tiba satu saat di mana akan tumbuh juga kesadaran dalam benak kedua orang tua Cindy, bahwa ternyata ada sesuatu yang keliru, yang terlanjur telah dilakukan oleh mereka dalam memperlakuan dan membersarkan anak-anaknya. Bahwa selama ini ternyata ada salahseorang anaknya yang merasa tersisihkan dan dinomorsekiankan dari saudara-saudara kandung lainnya… :D

    *halah… ane kok jadi bijaksana ya?* :mrgreen:
    *digetok*

  9. *mbaca komen sendiri*
    fanjang amadh ya???? :shock:

  10. @cabe rawit
    Pedasss…sesuai namanya. Menusuk dan menggigit!!!!!
    Hahh!!!! Airr….mana air…??? Kepedesan ney.
    Sering2 mampir sini.

  11. Wah, gimana kalau ceritanya dibalek, saya ini anak laki2 sulung..punya adik 3, 1 diantaranya cewek, nah berhubung cewek sendiri jelas perhatiannya akan “beda” , dia dibelikan Rok, saya enggak, dia dibelikan lipstik saya juga enggak, dia …..hehehe, canda Fan…Tapi intinya gak perlu merasa sampai segitunya kalee…banggalah jd anak sulung, bisa jd pengganti ortu bila gi gak ada…jd pembimbing adik2 lo…kan banyak manfaatnya

  12. @abiehakim
    Memang berat jadi anak sulung. Dituntut dewasa dan bijaksana. Bisakah saya ?

  13. TEnang Cin, surga masih dibawa telapak kaki Ibu khan…?

  14. hai…makasih dah berkunjung. Ya, terkadang orang terkega-gesa memutuskan sesuatu tanpa pertimbangan. Memiliki anak memang menyenangkan, tapi perempuan berhak memilih apakah dia mau melahirkan atau tidak. Saya berharap untuk orang tua yang tidak dapat menanggung anaknya, silakan jangan melahirkan agar tidak menambah gelandangan di negeri ini. Silakan ADOPSI dan merawat anak yang sudha telanjur dilahirkan di dunia….
    Bagi mereka yang berpikir untuk meneruskan keturunan apalagi marga, dsb…saya tidak dapat berkomentar banyak. Itu pilihan mereka! Tetapi, tentunya mereka yang melahirkan anak tersebut bukan karena melahirkan disebabkan tidak sengaja melahirkan alias telanjur hamil.
    Oke…salam buatmu…

  15. @farrel
    Ya, memang syurga di bawah telapak kaki ibu. Tapi saya takut kalo ternyata saya tidak bisa mencium bau syurga karena letaknya jauh dari hidung saya yang angkuh!!!! Ditambah lagi dengan bau kaki yg tidak sedap (he..he,,,becanda :D )

    @dianhapsari
    Itu memang sudah hak mbak mau melahirkan atau tidak. Tapi saya kurang yakin dengan prinsip dan paham mbak! Coba pikir-pikir lagi…
    Yach tapi kalo mbak dan pasangan udah setuju and yakin. Yo weiss!!! Semoga berhasil dengan niat suci mbak ya…
    Sering2 kesini!!

  16. sabar ya ndro :D – ikhlas itu penyakitnya compare… & menurut ane, klo masalah cuci mencuci, secara de facto (apa ya) pertegas aja lagi, bukan kewajiban ko!

  17. @yudi
    :D
    Yai!!!! Ada juga yg membela keyakinan saya. Tozz..tozz

  18. hellooowww…salam kenal iyakzzz…

  19. @arinvsfayra
    Salam kenal juga!!!! Watashi no namae wa cindy desu..

  20. ……..
    bersikaplah lemah lembut, satu2nya yang dapat menandingi ahli shalat malam dan puasa adalah orang yang lembut sikapnya…

    dulu k3 adalah orang yg sgt kasar, terutama kpd keluarga..tapi lembut thdp org lain..aneh…

    lemah lembutlah [emang susah sih, palagi dibkn yg notabene org2 nya pada emosian semua]… coba ikuti saja apa yg adikmu suruh, tapi diam, jgn mengomel..ikuti terus apa maunya, suatu saat ia akan sadar..karena kelemahembutanmu…

    k3 juga belajr bayk disini, belajar bersabar blemah lembut dari orang sunda, beljar bekerja keras dari orang jawa, beljar bejuang dari orang minang, belajr pede dari orag jakrta…[jgn cuma ejek2an suku ya, palagi org bkn itu suka bgt ngejek]^^

    k3 dulu srg brsikap kasar sama adik2 k3, tapi cindy tau apa rasanya ketika adik k3 udah berbaring tak berdaya…semua sikpa ksar itu berbalik menyerang k3..rasa bersalah yg begitu besar benar2 melumpuhkan pemikiran…

    minta maaf sama ibu ya, [ oya, k3 pernah meminta pada mama, agar jgn pernah mdoakan yg ngak thdp k3,, apapun itu ma, jgn smpai anah panah terlepas dari busurnya, karena doa orang tua, terijabah lgsg... ma, sejahat apapun aman, jgn sampai terucap doa yg ngak2 ya.. mgkin saat itu aman khilaf... tau apa jwbn mama? iya man, makanya mama selalu berhati2..aman juga jgn mancing2 ya...]

    oya, bagaimanapun ibu kita [bahkan dia gak tau apa itu surga], tetaplah dia ibu kita, tetaplah surga itu ditelapak kakinya ndi..[biar ibu itu gak tau surga juga]
    karena esensinya sebenarnya, bukan bagaimana si ibu itu ndi.. tapi bagaimana kita memperlakukannya utk mdptkn surga

    jika si ibu jahat, maka bersabar n berlaku baik adalah jalan surga di telapaknya…
    jika si ibu baik, maka patuh padanya adalah jalan surga di telapaknya..
    jadi jgn lihat kondisi si ibu, tapi lihat bagaiman kita mmperlakukannya..

    bukankah rasul juga myruh slh seorang shbat yg ibunya musyrik agar berlaku baik?

    jadi kurang tepat jika kita bertanya ibu mana yang punya syurga diteapak kakinya…semua ibu punya, yg baik atau yg buruk, yg menjadikan syurga di telapaknya adalah sikap kita mmperlakukannya adikku….

    mahasuci Allah, yg memberi hikmah di setiap kejadian..
    visit : abdurrahmaniz.wordpress.com

  21. @ dian hap sari:…heii..apa yg kalian takutkan tentang byk anak? Allah telah menjamin rezeki anak2 itu, gak usahlah paranoid gitu… kecuali jika memang gak niat mendidiknya….

    rasul sangat bangga jika ia memiliki umat yang banyak…jgn seprti yahudi dan nasrani yang tidak menikah dan memiliki anak… sepertinya indonesia sudah…….***….

    saya senang sekali mlihat teman saya, dia memang orang yg tidak dilimpahi kekayaan harta… mereka [kalo gak salah] sepuluh adik beradik lo ndy, apa yg si hebatnya? kykny susah meliharanya deh… masa? anak tertua mereka ip 3.9 UI [univ indo lo, beasiswa penuh], dia sendiri IPB [3,5 ++] dua adik di bawahnya sman+ …insya Allah yg lain pada ngikut..amin…^^

  22. bude pernah bilang, kebetulan sy mendengarnya…
    ketika anaknya satu, ada rezeki utk si anak…
    ketika anaknya jadi dua, rezeki itu masih ada…
    ketika anaknya tiga, rezeki itu tetep ada…
    PADAHAL, gajinya tetap!… lhom koq dgn uang tetap, rezeki utk ketiga anaknya tetep ada? bukannnya berkurang ato dibagi tiga gitu minimal..gak, tetep utuh… lho rezeki darimana? dari yang mahapengasih dan penyanyang…itu janjinya.

    sekrg, anak pertamanya di ugm, lg penelitian
    anak kedua di itb, thun keempat,
    anak ketiga di ipb, thun ptma,

  23. mungkin harus dikomunikasikan ke orangtua….tentang pembagian kewajiban dalam menjalankan pekerjaan di rumah….harus gitu dong biar adil dan merata sesuai azas pancasila…..halah…

  24. saya jadi inget beberapa tahun yang lalu, saya pernah ada diposisi kamu. dan segala sumpah serapah yang saya keluarkan kepada adik laki-laki saya. dan tentu saja sebagai satu-satunya anak laki-laki, mama membela dia. jumawa bukan kepalang dia di rumah.

    puncak dari semua itu, saya nekat kabur dari rumah setelah puas mengeluarkan segala isi penat dan batin saya karena kelakuan adik saya. setelah saya memaki-maki mama saya dengan semua beban saya yang masih disalahin juga atas semua yang sudah saya lakukan.

    dan sekarang, mama menerima buah dari apa yang dia tanam. bahwa adik laki-laki saya itu tidak bisa apa-apa, bahkan tidak bisa mandiri di umur sekarang sudah sepantasnya dia menikah. sekarang malah jadi beban ajah buat mama.

    jadi saran saya, kalo sudah siap, keluar lah dari rumah. mandiri lah dari sekarang. karena itu akan terlihat setelah kita ga ada di rumah.

  25. aduh…
    biasa ajah kali..
    walopun novel gwa udah (kbetulan) publish,
    tapi banyak ko orang2 yang justru tulisannya jauh lebih bagus daripada arin, serius lho
    (sambil nulis ini gwa menitikan aer mata, kesaingan uy!)
    piss ah….

  26. memang perempuan kadang (atau seringkali) di nomor dua kan. pemikiran kolot seperti itu harus segera dirubah atau ketidak-adilan semakin menjadi-jadi.
    saya cukup sedih ketika teman baik saya mengatakan kepada saya bahwa ia hanya ingin melayani suaminya dengan sebaik-baiknya, mengerjakan pekerjaan rumah. Bukan tak boleh, tapi seolah tugas perempuan di bumi hanya ada di dapur dan ranjang saja. menyedihkan…

    btw salam kenal.. :) )
    mampir ke alamat ini ya.

    http://filolet.wordpress.com/2008/09/12/emansipasi-amburadul-dan-keharmonisan/

    -aL-

  27. Sebagai wanita lu harus juga punya ego yang tinggi. kan sudah ada tuh emansipasi wanita. jadi bilang aja, dan jadilah manager di keluarga, dan memberi tugas terhadap saudara2 dalam melaksanakan tugas rumah

  28. Saya seorang pemuja wanita.

  29. @ubadmarko
    aq jg pemuja wanita mas…

  30. Waduh, kasian amat nasibmu…
    yang sabar geto-loh. tapi kalo aku boleh jujur tampaknya ortu-mu sangat mempermasalahkan gender. kamu yang cewe inginnya mereka jadi seorang cewe yang siap jadi ibu rumah tangga…
    dan adikmu agar nanti gak jadi “anak mama” karena keseringan di rumah
    itu hanya pendapatku, btw salam kena :-)

  31. i am not choose both

  32. rasa rasanya susah jga yach ngilangin sifat ego itu.. walau 1000 obat tlah ditelan termasuk obat sakit mata (lho?!) :)

    so far so good…

  33. thankz… penyakit gila menulis ada dalam diri setiap orang.. apalagi ma gue.. haha… :D

    So, jangan GILAAA dhooonnkkk…!!!! ;)

  34. hmm..cerita yg menyentuh dan komen2 yg menarik
    aku tambahin dikit deh dari cara pandang dunianyawira yang selalu melihat dari logika baru rasa :)

    pertama, aku percaya dgn karma krn itu logis jadi klo skr km merasa diperlakukan semena mena itu jelas karena km memang pantas mendapatkannya jadi nda perlu cari kambing hitam dan biarkan juga org yg berbuat semena mena pada km akan menuai karmanya sendiri juga nantinya

    kedua, klo sekarang km merasa hidup km tidak enak maka satu2nya jalan untuk merubahnya adalah dengan terus berbuat baik jadi klo merasa dirugikan terus kamu mencari orang lain untuk kamu rugikan jg spt contohnya sikap km terhdp ibu kamu tadi, itu justru akan memperbanyak kesusahan dalam hidupmu sendiri nantinya

    gampang dan masuk akal kan :)

    tetaplah berbuat baik sebanyak mungkin hari ini maka pasti hari esokmu akan lebih baik

    semua orang akan menerima apa yang mereka tanam tanpa terkecuali, apa yang kamu dapat hari ini adalah hasilmu kemaren dan apa yang bakal kamu dapat besok adalah hasil benih yang km tanam hari ini

    dunianyawira

  35. hmm,, susah emang jadi ank pertama,, punya adk2 yang bLum qt bs mengerti..n mreka pun qt tdk bsa mengerti!
    tP liat kondisi cindy yg masih sangat muda pasti rasa ego masih besar.. Tp nanti ketika udah makin dewasa pasti cindy bakal menyesal, nanti rasa iri dan temen2x tu bkal hilg gtu aja, di ganti rasa sayang yang luar biasa, pa lagi ktk sudah tidak punya orang lain lg selain mreka..tp alhamdulillaah keluarga k2 masih lengkap, tapi k2 sedang belajar bgaiman jk nanti ortux k2 sudah g sanggup lagi menjaga kelurga, k2 lah yang menjadi tulang punggung keluarga. k2 jg pux 2 adk cew yg n crtax hampir sama.. tapi skarang cm mrka yg bsa bikin k2 tersenyum setiap hari.. jd pesennya sebelum cindy ntar nyesel lbih baik di coba untuk bersabar, n karang tugas cindy sbg k2 n ank tertua adalah bantu mendidik adik, jgn hanya dilimpahkan k ortu!
    gemaana?? do U wanna try..??

  36. Halow lam kenal dari SIge..

    Ini cerita yang sebenarnya yah? kok adik nya jahat banget sie. Saya seorang cowo, tapi tidak pernah berfikir seperti yang adik anda lakukan..Yah semoga adik anda cepat sadar, termasuk juga orang tua anda untuk tidak terlalu memanjakan secara perilaku untuk anak laki-lakinya..

    Nice posting…

  37. ini bukanlah soal speak up atau bukan .
    tp, ini adalah soal “bagaimana ber-speak up” .

    @abdurrahman
    “k3 juga belajr bayk disini, belajar bersabar blemah lembut dari orang sunda, beljar bekerja keras dari orang jawa, beljar bejuang dari orang minang, belajr pede dari orag jakrta…[jgn cuma ejek2an suku ya, palagi org bkn itu suka bgt ngejek]^^”

    kita ulang skali lg di bagian akhir:
    [jgn cuma ejek2an suku ya, palagi org bkn itu suka bgt ngejek]”

    kita ulang skali lg di bagian paling akhir:
    “org bkn itu suka bgt ngejek”

    jgn cuma ejek2an, Man . . .
    ;(

Leave a Reply