Ramadhan dan Syawal adalah momen yang paling berharga bagi umat muslim sedunia. Banyak hal yang terjadi pada bulan-bulan ini. Memang sudah sepantasnya muslim berbahagia dengan datangnya bulan ini. Namun bagaimanakah dengan perayaannya dengan sebagian besar masyarakat ? Apakah sudah sesuai ataukah menyimpang ?
Saya memang tidak memiliki pemahaman yang dalam tentang itu, namun dari apa yang saya lihat, dengar dan saya rasakan bahwa kita :
Kehilangan kapak demi sebuah jarum
Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kebiasaan kita saat ini. Maksudnya, masyarakat kita lebih memilih untuk mendapatkan jarum yang tidak seberapa harga dan fungsi dengan ganjaran kehilangan kapak yang jelas-jelas lebih berguna.
Demi mendapatkan sunnah kita lupa mengerjakan hal-hal yang wajib. Contohnya : Shalat Ied, Masyarakat berbondong-bondong pergi kelapangan atau mesjid untuk shalat berjama’ah, namun apakah mengerjakan shalat shubuh berjama’ah sebelumnya ? Lalu bagi ibu-ibu, demi menjamu tamu-tamunya dan memberikan service yang terbaik bagi kerabat yang berkunjung ke rumah rela bermandikan peluh membersihkan rumah, mengadon kue, dan lain-lain sementara itu Shalatpun menjadi bolong-bolong atau dilalaikan.
Merayakan hari yang fitri atau ajang berlagak ?
Hari idul fitri sudah identik dengan yang baru-baru, apalagi untuk anak-anak. Semuanya harus serba baru. Dari ujung kaki, hingga ujung rambut semua baru. Bisa dilihat pada beberapa hari sebelum Lebaran tiba toko2 dan pusat2 perbelanjaan sesak karena di santroni oleh warga yang ingin membeli perlengkapan lebaran. Untuk ibu-ibu, semua berlomba-lomba menyajikan berbagai jenis makanan. Lalu pada saat shlat ied mendadak mesjid berubah menjadi catwalk yang luas. Semuanya bergaya dengan sandal, baju hingga mukena baru masing-masing. Belum lagi yang mudik, semua melagak-lagakkan harta masing-masing. Merasa ingin jadi yang paling top dan di elu-elukan.
Kenapa harus begitu ? Apa salahnya menyajikan yang biasa-biasa saja, berpakaian seadanya. Perasaan nggak ada dech hadist atau ayat tentang berpakaian baru di hari idul fitri!!! Kebiasaan ini sangat mempengaruhi perekonomian kita, harga2 menjadi naik berkali lipat. Lalu tingkat kriminalitas malah ikut-ikutan naik. Lalu kalau sudah begini dimana makna idul fitri itu sebenarnya ?
Sarana baru dalam tindak korupsi
Untung saja sudah ada UU yang mengatur tentang pejabat tidak boleh menerima parsel. namun bagaimana dengan yang lainnya ? Swasta ? Uang THRlah, parsellah, inilah, itulah semuanya bertopeng hari lebaran. namun ujung-ujungnya sebagai uang pelicin.
Sebenarnya saya malu. bagaimana tidak? Hal-hal ini menjadi cemoohan bagi agama lain. Saya mendengar dengan telinga saya sendiri salah seorang teman sekelas saya yang non-muslim berkata “Ah, katanya ekonomi islam yang paling adil. Tapi ini mana buktinya ? Harga2 jadi naik karena lebaran. Terus ngurus zakat aja nggak bener sampai2 ngebunuh orang. Gimana mau ekonomi negara?”
Ya, allah! Saya terperanjat mendengar kata-kata itu. Sebenarnya saya sangat ingin membantah, namun saya takut akan berbuntut panjang. Biarlah semuanya disimpan disini. menjadi uneg2 yang terserak. Tetapi saya sangat menghargai teman saya yang sudah mau terbuka kepada kami, dia memang selalu menyampaikan pandangan agamanya terhadap kami. Kami yang muslim juga begitu, sebenarnya kami ingin dia menjadi salah satu dari orang mukmin. Namun sampai saat ini kami belum berhasil membujuknya. (halah…koc jadi nggak nyambung dg judul ??)
Ya, Allah! Berikanlah kami ridhomu dihari yang fitri ini.
Ohya, minal aidin wal faidzin!!!!
Filed under: Renungan





















tes tes minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin
walaupun g kumpul sama keluarga tapi hatiku tetap kumpul dengan keluarga.
byme
belum beli baju baru ya?
gak papalah, orang2 baju baru…bereforia..kasihan bangsa yang banyak sdih ini masa mau bahagia2an gak boleh juga? kapan lagi kita bersenang2? ntar juga kalo gak ada uang, gak beli…
tentang hukum islam, jangan lihat di indonesia donk…di indonesia ini hukum belanda, sejak penjajahan dulu, jadi yang dijelek2in itu sistemnya penjajah,…
mau lihat hkum islam udah jarang sekarang, paling di daerah timteng…[yasudahlah, biarlah dunia untuk mereka, akhirat untuk kita, buktiin aja bsok di akhirat^_^hehe]
semua itu udah naluri manusia, gak boleh disalahin, kita jugak gak terlepas dari hal2 seperti berlagak ato apapun….
mau memperbaiki? dari diri sendiri^_^
wlwpun dah lat. thx dah numpang baca tulisannya.
ngena bangetz
buat nambah2 ilmu….
[...] sudah berbakat seroang aktivis, isu jender, isu reliji, hingga urusan korupsi, simak deh… Sarana baru dalam tindak korupsi Untung saja sudah ada UU yang mengatur tentang pejabat tidak boleh menerima parsel. Namun bagaimana [...]
bagus tulisannya!