Daftar Gaji Presiden, Ketua DPR, Menteri, Gubernur dan Bupati Muhammad Nur Hayid - detikcom Jakarta - Daftar penghasilan pejabat negara per bulan, yang dikeluarkan kepala bagian anggaran keuangan tertanggal 28 Januari 2005. Presiden: Gaji pokok Rp 30.240.000 Tunjangan jabatan Rp 32.500.000 Total Rp 62.740.000. Wakil Presiden: Gaji Pokok Rp 20.160.000 Tunjangan jabatan Rp 22.000.000 Total Rp 42.160.000 Ketua DPR: Gaji pokok Rp 5.040.000 Tunjangan jabatan Rp 18.900.000 Uang paket Rp 2.000.000 Komunikasi Intensif Rp 4.968.000 Total Rp 30.908.000 Ketua Mahkamah Agung (MA): Gaji pokok Rp 5.040.000 Tunjangan jabatan Rp 18.900.000 Uang paket Rp 450.000 Total Rp 24.390.000 Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK): Gaji pokok Rp 5.040.000 Tunjangan jabatan Rp 18.900.000 Total Rp 23.940.000 Wakil Ketua DPR: Gaji pokok Rp 4.620.000 Tunjangan jabatan Rp 15.600.000 Uang paket Rp 2.000.000 Komunikasi Intensif Rp 4.554.000 Total Rp 26.774.000 Wakil Ketua MA: Gaji pokok Rp 4.620.000 Tunjangan jabatan Rp 15.600.000 Uang paket Rp 450.0000 Total Rp 20.670.000 Wakil Ketua BPK: Gaji pokok Rp 4.620.000 Tunjangan jabatan Rp 15.600.000 Total Rp 20.220.000 Ketua Muda MA: Gaji pokok Rp 4.410.000 Tunjangan jabatan Rp 10.100.000 Uang paket Rp 450.000 Total Rp 14.960.000 Anggota DPR sebagai Ketua Komisi atau Badan: Gaji pokok Rp 4.200.000 Tunjangan jabatan Rp 9.700.000 Uang paket Rp 2.000.000 Tunjangan kehormatan Rp 4.460.000 Komunikasi Intensif Rp 4.140.000 Bantuan listrik Rp 4.000.000 Total Rp 28.500.000 Anggota DPR sebagai Wakil Ketua Komisi atau Badan: Gaji pokok Rp 4.200.000 Tunjangan jabatan Rp 9.700.000 Uang paket Rp 2.000.000 Tunjangan kehormatan Rp 4.300.000 Komunikasi Intensif Rp 4.410.000 Bantuan listrik Rp 4.000.000 Total Rp 28.340.000 Anggota DPR sebagai Anggota Komisi atau Badan: Gaji pokok Rp 4.200.000 Tunjangan jabatan Rp 9.700.000 Uang paket Rp 2.000.000 Tunjangan kehormatan Rp 3.720.000 Komunikasi Intensif Rp 4.410.000 Bantuan listrik Rp 4.000.000 Total Rp 27.760.000 Anggota MA: Gaji pokok Rp 4.200.000 Tunjangan jabatan Rp 9.700.000 Uang paket Rp 450.000 Total Rp 14.350.000 Anggota BPK Gaji pokok Rp 4.200.000 Tunjangan jabatan Rp 9.700.000 Total Rp 13.900.000 Menteri Negara, Jaksa Agung, Panglima TNI dan pejabat lain yang setingkat atau disetarakan dengan Menteri Keuangan: Gaji pokok Rp 5.040.000 Tunjangan jabatan Rp 13.608.000 Total Rp 18.648.000 Kepala Daerah Provinsi: Gaji pokok Rp 3.000.000 Tunjangan jabatan Rp 5.400.000 Total Rp 8.400.000 Wakil Kepala Daerah Provinsi: Gaji pokok Rp 2.400.000 Tunjangan jabatan Rp 4.320.000 Total Rp 6.720.000 Kepala Daerah Kabupaten/kota: Tunjangan pokok Rp 2.100.000 Tunjangan jabatan Rp 3.780.000 Total Rp 5.880.000 Wakil Kepala Daerah Gaji pokok Rp 1.800.000 Tunjangan jabatan Rp 3.240.000 Total Rp 5.040.000 Daftar ini dikeluarkan Kepala Bagian Anggaran Departemen Keuangan Wahyu Prameswari, ditandatangi pada tangagl 28 januari 2005 sebelum disesuaikan dengan anggaran kenaikan APBN 2006. (ism) Sumber : http://jkt.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/10/tgl/29/time/72937/idnews/471295/idkanal/10 Inilah Tunjangan Anggota DPR Muhammad Nur Hayid - detikcom Jakarta - Inilah daftar tunjangan yang diterima anggota DPR per bulan. Data ini dikeluarkan oleh bagian anggaran tertanggal 22 februari 2005. Fasilitas anggota DPR RI, 2004-2009: A. Gaji pokok dan tunjangan 1. Rp 4.200.000/bulan 2. tunjangan a. Jabatan Rp 9.700.000/ bulan b. Uang paket Rp 2000.000/bulan c. Beras Rp 30.090/jiwa/bulan d. Keluarga: suami/istri (10% X Gaji pokok Rp 420.000/bln) anak (25 X Gaji pokok Rp 84.000/jiwa/bulan) e. Khusus pph, pasal 21 Rp 2.699.813 B.penerimaan lain-lain 1. Tunjangan kehormatan Rp 3.720.000/bulan 2. Komunikasi intensif Rp 4.140.000/bulan 3. Bantuan langganan listrik dan telepon Rp 4.000.000 4. Pansus Rp 2.000.000/undang-undang per paket 5. Asisten anggota (1 orang Rp 2.250.000/bulan) 6. Fasilitas kredit mobil Rp 70.000.000/orang/per periode C.Biaya perjalanan 1. Piket pulang pergi sesuai daerah tujuan masing-masing 2. Uang harian: a. Daerah tingkat I Rp 500.000/hari b. Derah tingkat II Rp 400.000/hari 3. Uang representasi: a. Daerah Tingkat I Rp 400.000 b. Daerah Tingkat II Rp 300.000 (keterangan: lamanya perjalanan sesuai program kerja, dan sebanyak-banyaknya 7 hari untuk kunjungan kerja per orangan, dan 5 hari untuk kunjungan kerja tim komisi/gabungan komisi) D. Rumah jabatan 1. Anggaran pemeliharaan - RJA Kalibata, Jakarta Selatan Rp 3.000.000/rumah/tahun - RJA Ulujami, Jakarta Barat Rp 5.000.000/rumah/tahun 2. Perlengkapan rumah lengkap E. Perawatan kesehatan uang duka dan biaya pemakaman 1. Biaya pengobatan (oleh PT Askes) - Anggota DPR, suami/anak kandung/istri dan atau anak angkat dari anggota yang bersangkutan. - Jangkauan pelayanan nasional: > Di provider diseluruh Indonesia yang ditunjuk termasuk provider ekslusif untuk rawat jalan dan rawat inap. 2. Uang duka : -wafat (3 bulan X gaji) -tewas (6 bulan x gaji) 3. Biaya pemakaman Rp 1.050.000/orang F. Pensiunan 1. Uang pensiun (60% x gaji poko) Rp 2.520.000/bulan 2. Tunjangan beras Rp 30.090/jiwa/bulan (ism) Sumber : http://jkt.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/10/tgl/29/time/61718/idnews/471297/idkanal/10 Opini : Saya cuma mo kasi tau... ada yang gajinya 800 rb/bln (teman satu kantor saya) mungkin juga ada yang dibawah itu... tapi mereka dapat bertahan, kenapa anggota dpr kita pada teriak2, apa masih kurang ya? (BBM = Bikin Bingung Masyarakat)mmmhhh... sungguh pemerintahan yang aneh... Salam, rp copied from :http://www.mail-archive.com/sma1bks@yahoogroups.com/msg01503.html ------------------------------------------------------------------------------------------------- Bener tuch! Kita semua dibuat mabuk dengan naiknya harga BBM. Sementara mereka, masih bisa santai sambil minum kopi di rumah atau tidur di ruang rapat. Seharusnya bukanlah subsidi BBM yang dikurangi, tapi gaji mereka yang dipotong. Daripada makan uang rakyat melulu
Yang kaya Makin Kaya, yang miskin makin miskin
Filed under: BBM, Berbahaya, Berguna, Derita, Gerutu ku, Renungan, Serampangan, Untuk Pemerintah, asa, bahaya, curhat, gila, golden gate, gosip, indonesia, isi hati, kebodohan, lelet, misi, nekat, ngawur, olok-olok, saduran, virus pkiran





















Most dangerous to do curropt is province goverment, with his large theority but low in income..
Do’ain aku jadi bupati ya, wekekek….
wah…
kalau gitu, aku mo jadi anggota dpr ja deh…
biarin deh aku pusing ndiri ngitung tunjungan ini itunya…
gila! banyak banget…!
Menurutku Anggota DPR yang perlu dipangkasss….
Kalo Presiden, Wapres kan cuma sebiji. Ndakpapalah, lagian mereka emang simbol negara.
Lha kalo anggota DPR ? Ratusann orang.
banyak skandal lagi.
aduuuuh udah segitu besarnya masa masih tetap ada aja yang korupsi sich, keluarganya makan apa sich tiap hari makan berlian? terus gaji sebesar itu buat apa apa mereka ga mikirin rakyat yang terlunta lunta, emang benar yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin
harusnya para pejabat itu kalau memang mereka umat islam malu dengan sikap para sahabat
cape dech beginilah kalau SYARIAT ISLAM TIDAK TEGAK
Kayaknya kalau sekarang udah melonjak tinggi lagi tuh gai-gaji mereka….tak terkejar.