Darah merahku
Diamlah engkau ditubuh rapuhku
Membela disaat ku layu
Menerjang ombak dihadapku
Tangan pudarku
Jangan pernah kau genggam yang hitam
Mengayunlah disetiap langkahku
Tak kuizinkan kau sembunyi dibalik salahmu
Dua kaki ku
Melangkahlah kau kerumah tuhan
Pijakkan dirimu setibanya
Bertekuklah engkau dihadap-Nya
Mataku yang bisu
Pandangi perkataannya
Ucapan yang sangat mulia
Tiada sanggup terkalahkan pujangga
——————————————————————————————
Thanks To : Kak Rio Armansyah for this poetry
Filed under: Renungan | 6 Comments »




















