Posted on January 29, 2008 by fantasticdreams5
Posting-an kali ini serius banget lo!!! Inilah sisi romantis, sok puitis, and kritis ala blog ini. Silahkan>>>>>>>>>
Puisi ini adalah wujud kekecewaan terhadap kehidupan rakyat-rakyat kecil yang tinggal di tepi sungai Siak (Pekanbaru)
Senandung Negri Payung Sekaki
By Cakil Biru (Fantastic Dreams 5)
Negri Payung Sekaki
Elok Si Tambatan hati
Makmur, masyur di seluruh negri
Tapi di pinggir sungai siak
Tepian yang tak [...]
Filed under: Derita, Gerutu ku, Rakyat Kecil, Renungan, Riau, Untuk Pemerintah, puisi, sastra | 1 Comment »
Posted on January 27, 2008 by fantasticdreams5
Turut berduka cita atas berpulangnya kerahmatullah “Soeharto”
pada hari
“Minggu 27 January 2008 tepat pada pukul 13:30”
Semoga diterima segala amal kebaikannya
Amien
Filed under: indonesia, peristiwa, sejarah | Leave a Comment »
Posted on January 26, 2008 by fantasticdreams5
Pagi ini aku bangun lebih lambat dari pada biasanya, tepat pada pukul 9 baru aja aku beranjak dari my dreamland. Habisnya mimpinya seru sich, ada adegan fighting segala! Gile…..keren bener tu mimpi! Mungkin karena nonton pilem jackie chan kali ya, makanya kebawa mimpi.
Masih dengan mulut bau, badan bau, and so pasti ketek bau aku langsung [...]
Filed under: Gerutu ku, Renungan, agama, curhat | 8 Comments »
Posted on January 15, 2008 by fantasticdreams5
Detik demi detik terus berlalu. Jam yang menempel di dinding terus saja menggerakkan bandulnya ke kiri dan kekanan. Sepertinya jam itu sedang menertawai diriku. Memang aku pantas untuk ditertawakan, bahkan Andi juga menertawai diriku. Padahal ia tahu bahwa dalam perutku yang membuncit ini terdapat asa dan harapannya. Tertawaan jam itu membuatku mesti menyapu keringat dan [...]
Filed under: cerita pendek, sastra | Tagged: Lihat cerpen lain | 1 Comment »
Posted on January 9, 2008 by fantasticdreams5
Darah merahku
Diamlah engkau ditubuh rapuhku
Membela disaat ku layu
Menerjang ombak dihadapku
Tangan pudarku
Jangan pernah kau genggam yang hitam
Mengayunlah disetiap langkahku
Tak kuizinkan kau sembunyi dibalik salahmu
Dua kaki ku
Melangkahlah kau kerumah tuhan
Pijakkan dirimu setibanya
Bertekuklah engkau dihadap-Nya
Mataku yang bisu
Pandangi perkataannya
Ucapan yang sangat mulia
Tiada sanggup terkalahkan pujangga
——————————————————————————————Thanks To : Kak Rio Armansyah for this poetry
Filed under: agama, puisi, sastra | 2 Comments »