Akhirnya Saya Memutuskan Untuk Mati Muda (Surat Kematian)

Memang sebuah keputusan yang sangat berat. Tapi, saya memang sudah benar-benar tidak bisa menanggung ini semua lagi. Permasalahan demi permasalahan datang bertubi-tubi menghujam kepalaku bak diserang burung ababil.

Saya tidak bisa melakukan apa-apa, hanya bisa meratapi nasib yang terlanjur sudah. Air mata yang jatuh hanya sepotong kecil depresi yang saya rasakan. Tekanan batin yang harus dijalani oleh seorang gadis belia seperti saya.

Pasti saudara2 sekalian bingung, heran, kaget atau apalah setelah membaca ini. Tapi saya mohon, ini sudah keputusan final saya.

Semakin bingung ?? Baiklah, akan saya perjelas…

Read more »

Bocah-Bocah Toba,Nada Untuk Kehidupan

Laporan Perjalanan Dari Danau Toba, Sumatra Utara

Danau Toba tidak hanya menyimpan sejuta budaya dan keindahan alamnya menjadi pelipur kepenatan, hikmah dan sejarahnya menjadi penuntun kehidupan, dan semua menjadi berkah bagi siapa saja yang ada disana. Konon, dari daerah inilah (samosir) orang-orang batak turun kemudian berkembang dan semakin berkembang.

Saya kagum dengan kegigihan dan prinsip orang-orang batak. Dengan prinsip bahwa generasi penerusnya harus lebih berhasil dari mereka terpatri dalam semangat mereka. Apapun mereka tempuh untuk memperbaiki hidup. Tak heran kalau kota Medan berkembang dengan pesat dan kabarnya akan menjadi metropolitan. Ck…ck…ck…

Dibalik kemegahan dan keindahan danau toba banyak terukir kisah perjuangan bertarung dengan kerasnya kehidupan. Kesengsaraan memang berkonotasi dengan ketidak adilan. Mereka melawan segala rasa merana dan dengan senyuman menghibur setiap turis yang datang.

Salah satunya adalah para pengamen2 cilik dari kampung tomok. Meski bermodalkan tepukkan tangan dan plastik bekas kantung makanan ringan, lengkingan suara mereka meledakkan tawa setiap pengunjung. Mereka  tak malu-malu jika diminta ngebor ala Inul, atau goyang patah2 ala annisa bahar.

Kualitas suara merekapun bukan asongan, tapi menurut saya suah bisa disejajarkan dengan para idola cilik. Ditengah-tengah tenangnya air danau toba, suara mereka mengembara ke hati-hati setiap pengunjung untuk memberikan imbalan yang agak lebih banyak dari biasanya.

Setelah melihat uang recehan terkumpul, senyum mereka semakin melebar. Entah apa artinya, padahal uang receh itu paling banyaknya 20 ribu.

Saya sangat kagum pada keberanian mereka, mereka tepis rasa malu dan gengsi. Padahal mungkin mereka hanya 2-3 tahun dibawah saya. Bernyanyi dihadapan orang ramai dan belum pernah mereka jumpai sebelumnya bukan hal yang mudah. Jujur kalau saya sendiri, mungkin langsung rehidrasi, kejang-kejang, serangan jantung, dan kaku (lebay…. :D )

Yach pokoknya two thumbs up buat mereka!!!! 20 ribu memang g pantas menghargai keberanian kalian….

Seharusnya kita belajar dari perjuangan mereka. Jangan malu2 untuk berjuang. Banyak dari kita yang ingin kesuksesan instan, padahal itu tidak akan mungkin terjadi. Kesuksesan yang hakiki itu berasal dari perjuangan. Segigih apa kita berjuang, maka setinggi itulah kesuksesan yang diraih.

Hari yang indah berawal dari pagi yang damai…

Habis Gelap Terbitlah Terang

Kata ibu kartini “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Agak aneh kalo disangkut pautkan dengan postingan kali ini yang nggak ada sedikitpun ngebahas tentang ibu kartini, Indonesia, pedidikan dan dedengkotnya. Kali ini adalah postingan ringan, biasa, dan basi banget. Tanpa ada rasa segan mencomot-comot kata-kata orang besar untuk kepentingan pribadi.

Whatever, lah!! Uh, setelah beberapa dekade hibernasi karena ditimpuki buku2 yang harus dibaca, belum lagi tugas2 dan segala aksesori-nya. Sekarang saya kembali dengan postingan pelampiasan!!!!!!! saya cuma sekedar mau bilang

“AKU CAPEK DENGAN KEGILAAN INI”

Selama 5 Smester sudah aku berjalan di jalan SMPN 1, berkerikil tajam dan debu menyingsing setiap kali kaki tertapak. Satu demi satu kutanggalkan baju kebodohanku, sekarang aku menjadi benar-benar kedinginan karena sadar kalau aku sudah benar-benar ditelanjangi dengan kebrutalan pikiran ini. Perjuangan ini hampir mencapai gerbang untuk sampai ke level selanjutnya, jangan sampai game over!!!!!

Argggh…biarlah!!! Toh hari minggu semuanya akan lepas. Sekali-kali hirup udara kebebasan tanpa beban. Hari minggu saya akan menyusuri tiap-tiap tetes air danau toba, bersenandung dengan sipiso-piso, bergumul dengan alam! Semangat, observasi ke SUMATRA UTARA. Walaupun sebenarnya sudah sering kesana (secara kampoeng halaman), tapi ini akan brasa beda. Sama teman2 sependeritaan, “argh…tekanan batin ini akan segera lepas”. Bebaskan, sebelum masuk gelanggang singa. Ujian nasional siap menjegal segala impian. Tak akan ku biarkan standar 5,5 itu menghentikanku.

Jadi ini seperti “habis gelap terbitlah terang, terus mati listrik“.

One thing always stops me everytime “Afraid To Loose”

DA…dagh…!!! I’ll be back dengan cerita seru kami di SUMUT. I’m coming….

Antara Ego, Kodrat dan Keharusan

Kenapa selalu begini ? Perempuan selalu saja berada di bawah ketiak laki2. Ketidak adilan yg sudah membudaya dari zaman leluhur bahwa lelakilah penguasa dunia ini. Memang jika ditilik dari sisi tenaga laki2 memang lebih kuat dari wanita. Tetapi dalam hal pemikiran, jelas bahwa perempuan lebih hati2 dari pada laki2. Tapi kenyataan justru pekerjaan yg memakan tenaga diserahkan pada perempuan, sementara laki2 lebih banyak berdiam saja. Contoh kecil dirumah, saya adalah seorang anak permpuan pertama dg 3 orang adik dibawah saya. Read more »

Kesempatan Kedua

Future girl

Detik demi detik terus berlalu. Jam yang menempel di dinding terus saja menggerakkan bandulnya ke kiri dan kekanan. Sepertinya jam itu sedang menertawai diriku. Memang aku pantas untuk ditertawakan, bahkan Andi juga menertawai diriku. Padahal ia tahu bahwa dalam perutku yang membuncit ini terdapat asa dan harapannya. Tertawaan jam itu membuatku mesti menyapu keringat dan air mata yang bercampur menjadi satu di wajahku yang berminyak ini setiap kali terdengar bunyi klik dan klok khas jam tua itu. Beberapa jerawat terasa pedih saat kusentuh dengan ujung-ujung jariku. Mungkin tonjolan-tonjolan pada wajahku ini melambangkan bagaimana kegundahan hatiku saat ini. Perih, mungkin itulah yang kurasa, hatiku begitu risau dan gelisah.

Aku ingin menghilangkan rasa perih ini, tapi bagaimana caranya ? Tiba-tiba aku teringat akan perkataan Chelsea padaku tadi pagi. Ya, dia benar bahwa aku ini sudah benar-benar nista. Teganya ia berkata begitu, dia itu kan sahabat ku ? Tapi, dia malah ikut tertawa dan meninggalkanku begitu saja dengan semua rasa kecewa ini. “Kalian semua iblis !” teriakku didalam hati yang sudah terkoyak menjadi 1000 bagian ini. Tangisku semakin deras, terkadang aku tersedak oleh air yang mengalir dari mataku. “Aku ini masih 13 tahun…” Read more »

Fenomena Kebiasaan Muslim Indonesia


Ramadhan dan Syawal adalah momen yang paling berharga bagi umat muslim sedunia. Banyak hal yang terjadi pada bulan-bulan ini. Memang sudah sepantasnya muslim berbahagia dengan datangnya bulan ini. Namun bagaimanakah dengan perayaannya dengan sebagian besar masyarakat ? Apakah sudah sesuai ataukah menyimpang ?

Saya memang tidak memiliki pemahaman yang dalam tentang itu, namun dari apa yang saya lihat, dengar dan saya rasakan bahwa kita :

Kehilangan kapak demi sebuah jarum

Itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kebiasaan kita saat ini. Maksudnya, masyarakat kita lebih memilih untuk mendapatkan jarum yang tidak seberapa harga dan fungsi dengan ganjaran kehilangan kapak yang jelas-jelas lebih berguna.

Demi mendapatkan sunnah kita lupa mengerjakan hal-hal yang wajib. Contohnya : Shalat Ied, Masyarakat berbondong-bondong pergi kelapangan atau mesjid untuk shalat berjama’ah, namun apakah mengerjakan shalat shubuh berjama’ah sebelumnya ?  Lalu bagi ibu-ibu, demi menjamu tamu-tamunya dan memberikan service yang terbaik bagi kerabat yang berkunjung ke rumah rela bermandikan peluh membersihkan rumah, mengadon kue, dan lain-lain sementara itu Shalatpun menjadi bolong-bolong atau dilalaikan.

Merayakan hari yang fitri atau ajang berlagak ?

Hari idul fitri sudah identik dengan yang baru-baru, apalagi untuk anak-anak. Semuanya harus serba baru. Dari ujung kaki, hingga ujung rambut semua baru. Bisa dilihat pada beberapa hari sebelum Lebaran tiba toko2 dan pusat2 perbelanjaan sesak karena di santroni oleh warga yang ingin membeli perlengkapan lebaran. Untuk ibu-ibu, semua berlomba-lomba menyajikan berbagai jenis makanan. Lalu pada saat shlat ied mendadak mesjid berubah menjadi catwalk yang luas. Semuanya bergaya dengan sandal, baju hingga mukena baru masing-masing. Belum lagi yang mudik, semua melagak-lagakkan harta masing-masing. Merasa ingin jadi yang paling top dan di elu-elukan.

Kenapa harus begitu ? Apa salahnya menyajikan yang biasa-biasa saja, berpakaian seadanya. Perasaan nggak ada dech hadist atau ayat tentang berpakaian baru di hari idul fitri!!! Kebiasaan ini sangat mempengaruhi perekonomian kita, harga2 menjadi naik berkali lipat. Lalu tingkat kriminalitas malah ikut-ikutan naik. Lalu kalau sudah begini dimana makna idul fitri itu sebenarnya ?

Sarana baru dalam tindak korupsi

Untung saja sudah ada UU yang mengatur tentang pejabat tidak boleh menerima parsel. namun bagaimana dengan yang lainnya ? Swasta ? Uang THRlah, parsellah, inilah, itulah semuanya bertopeng hari lebaran. namun ujung-ujungnya sebagai uang pelicin.

Sebenarnya saya malu. bagaimana tidak? Hal-hal ini menjadi cemoohan bagi agama lain. Saya mendengar dengan telinga saya sendiri salah seorang teman sekelas saya yang non-muslim berkata “Ah, katanya ekonomi islam yang paling adil. Tapi ini mana buktinya ? Harga2 jadi naik karena lebaran. Terus ngurus zakat aja nggak bener sampai2 ngebunuh orang. Gimana mau ekonomi negara?”

Ya, allah! Saya terperanjat mendengar kata-kata itu. Sebenarnya saya sangat ingin membantah, namun saya takut akan berbuntut panjang. Biarlah semuanya disimpan disini. menjadi uneg2 yang terserak. Tetapi saya sangat menghargai teman saya yang sudah mau terbuka kepada kami, dia memang selalu menyampaikan pandangan agamanya terhadap kami. Kami yang muslim juga begitu, sebenarnya kami ingin dia menjadi salah satu dari orang mukmin. Namun sampai saat ini kami belum berhasil membujuknya. (halah…koc jadi nggak nyambung dg judul ??)

Ya, Allah! Berikanlah kami ridhomu dihari yang fitri ini.

Ohya, minal aidin wal faidzin!!!!

Pilkada Riau-Di pilih…Di pilih!!!

Hari ini tanggal 22 September 2008 adalah hari yang sangat dag..dig..dug serrrrr bagi tiga
orang sesepuh yang menyalonkan diri sebagai Riau 1. Ribuan kotak suara telah dibagikan ke setiap penjuru mata angin, menyebrangi Riau daratan dan Riau Kepulauan (bukan Kepulauan Riau). Foto-foto nasis dan sok imut enam orang yang tampangnya memelas minta ditusuk (pada bego’ ya, masa minta ditusuk ??). Namun pertanyaannya adalah pantaskah mereka untuk menduduki singgasana ? Read more »

Rise From The Death

RISE FROM THE DEATH
Akhirnya, setelah lebih dari satu bulan tidak mencoret-coret didinding WP saya kembali dengan berjuta ide yang membludak.
Sesak, gelisah, resah, gerah dan dengan jemari gatal saya putuskan untuk menari di panggung pergo-blogkan Indonesia yang semakin hari semakin ngalor-ngidul. Meskipun krisis ekonomi, krisis energi, dan krisis ilmu namun tidak akan membungkam jutaan kata akan akan tertoreh disini. Meskipun mengidap KanKer (Kantong Kering) stadium 4, pasti celotehan nakal saya akan mengudara lewat hot spot, atau nyuri-nyuri di labor sekolah.
Saya merasa harus bersemedi dari perhelatan gila di luar sana. Menghilangkan kebingungan, kejenuhan,amarah dan keluh kesah dengan menghempaskan frasa-frasa tak karuan. Penat mengejar mimpi, berdiam sejenak dan mencari jalan yang tercepat sampai kesana!!!!

Here we Go…
Fantastic Dreams5

Every action will make reaction…

My pict on Magazine


Create Fake Magazine Covers with your own picture at MagMyPic.com

Cycling To Australia

Mad Cycling

“Go around the mad world by mad cycle!”

I post it in english because I hope the man that I telling about, read and understand how proud me of him! :glasses: But before, I’m sorry about my English. I am still beginner… :D

This afternoon in all of darkness of my heart, I try to forget my bad felling by run out from reality and sink in to illusion world of cyber. Then, I asked to Mr.Google about BANGKINANG BLOGGER. It gave me the result about 3,650 articles for bangkinang blogger. (0.28 seconds). I take my mouse and over one by one the result. And I was surprise when I saw an English Blog which tell about Pekanbaru and Bukittinggi. Guess what ?? An Oxford Blogger is the admin !!!

He wrote about his great journey to Australia, overland as much as possible, setting off from Oxford in May 2007. What a great experience! He passed England, France, Switzerland, Liechtenstein, Austria, Slovakia, Ukraine, Moldova, Romania, Bulgaria, Turkey, Iran, U.A.E., Oman,India, Nepal, Bangladesh, Myanmar, Thailand, (North) Laos, Cambodia,Thailand, (South)Malaysia, and Singapore right know he is being in Indonesia and going to East Timor, Australia.

This journal about passed the world, feel every land, touch every reins, innocent passage, culture and habitual passage, nature lover and everything that he felt. All greatness of god is packaging in simple and light words but full of message in every sentences. My favorite One :

The brief description I gave the Indonesian people in the previous post was wrong. I wrote that the night I arrived from Singapore, I didn’t really want to be there, so I made my judgement way too early, I was wrong. The people here are lovely, all too willing to smile, wave or call out “Hello Mister”, or “Hello my friend”. When I stop they are always interested in me, happy for a chat, wanting to know where I am from, where I am going, though with my map most of the time I haven’t got a clue.

I don’t know why this mad man do this crazy tour! But I know he loved peace and nature so much. I am fans of him. Loved him so much. Right now, hard to find someone like him. Leave all richness, joyful life and go back to mother nature. He is the mad man who passed this mad world by mad cycle.

John Harwood, you are great!!! I really proud of you…

I hope one day I can meet you and chat as like as old friend.

I’ll follow your struggle in this chaos era, but not by cycling as like as you did. May be in another way…

This is his blog URL : http://cyclingtoaustralia.blogspot.com/